Sabar dan Sholat, Alat Pemotong Masalah

بسم الله الرحمن الرحيم

“Dan mintalah pertolongan kepada Alloh dengan sabar dan sholat..”

Akhuna fillah, hidup yang kita jalani sampai sekarang ini, pasti akan melewati jalan yang terjal dan berliku. Jalan yang membuat diri kita berniat untuk berputar balik dan mencari jalan yang lebih ringan dan lebih lurus. Itu sangat manusiawi, dan setiap jiwa mu’minin pasti pernah merasakan hal itu. Saat dimana cobaan rasanya dating silih berganti, menunggu giliran untuk menghalang-halangi. Tapi, yang harus kita ingat bersama,

Alloh tiada membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (2:286)

Di ayat ini, Alloh menghibur dan menentramkan diri kita bahwa segala cobaan yang kita hadapi itu sudah pas dan cocok dengan kondisi kita. Hanya kitanya sajalah yang tidak tahu bagaimana caranya menghadapi kenyataan cobaan yang kita hadapi, dan juga tidak tahu dengan cara apa kita bisa ditolong dan diangkat oleh Alloh Tabaraka wa Ta’ala. Marilah kita sejenak merenungkan ayat paling atas yang telah ditulis,

“Dan mintalah pertolongan kepada Alloh dengan sabar dan sholat. Dan sungguh, yang demikian itu sungguh berat , kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ (2:45)

Di setiap ayat yang Alloh ta’ala turunkan selalu ada hikmah besar yang bisa kita raup. Melalui firman-Nya ini, Alloh menyuruh hamba-hambanya, termasuk kita para remaja untuk menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong demi mencapai kebaikan dunia dan akhirat yang kita dambakan bersama. Akan sangat aneh bila ada seorang remaja yang tidak ingin diberi kebaikan dunia dan akhirat, padahal dirinya selalu membaca doa,

“Robbana ‘atina fiddunya hasanah, wafil akhiroti hasanah, waqina adzabbannnar”

Menurut Muqatil bin Hayyan, bahwa kesabaran dalam mengerjakan berbagai kewajiban dari Alloh Ta’ala dan sholat sebagai penolong merupakan alat transportasi yang paling efektif untuk mengejar kehidupan akhirat . Karena sabar dalam kewajiban adalah syarat utama agar amal yang kita kerjakan itu berjalan secara konsisten dan teratur. Bayangkan saja kalau kita tidak sabar di dalam beramal. Sholat lima waktu dalam sehari di masjid, rela terkantuk-kantuk untuk sholat subuh di pagi buta. Tak gentar untuk berdakwah, meski banyak yang menghalangi. Tak takut untuk berjihad meski bahkan sahabat sendiri mencaci maki dan menertawai. Itulah efek dari kesabaran. Benteng kokoh yang membuat kita masih berdiri tegar di jalan dakwah ini. Tak peduli apa kata orang.

Sabar juga berarti menahan diri dari perbuatan maksiat, yang mengintai kita laksana awan gelap hitam di musim penghujan. Dan sholat adalah seutama-utama ibadah, tempat kita untuk mengadu kepada Alloh atas cobaan yang kita hadapi. Sarana kita untuk mengukuhkan dan mengekalkan jiwa sabar di dalam diri.

Umar bin Khaththab rodiyallohu’an menjabarkan bahwa sabar ada dua perkara,

“Sabar itu ada dua: sabar ketika mendapatkan musibah dan ini adalah baik, kemudian yang lebih baik lagi adalah bersabar dalam menahan diri dari mengerjakan apa yang diharamkan Alloh”

Kedua sabar ini harus ada dalam diri seorang mu’min jika ia ingin mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Di dalam sabarnya, ia mengadukan dirinya dan cobaan yang dihadapinya kepada Alloh Ta’ala dan kemudian mengaharap keridhaan di sisiNya dan mengharapkan pahala atas perkara yang selama ini ia perjuangkan. Ciri-ciri orang yang seperti adalah ia merasa cemas tapi ia tetap tegar, tidak terlihat ekspresi apapun dalam wajahnya kecuali ekspresi kesabaran. Wajah-wajah pemuda yang menjadikan sabar dan sholat sebagai penolongnya, adalah selalu tersenyum dan ceria, tak pernah ditampakkan rona-rona kesedihan, dan bekas aliran air mata yang mencemari wajahnya. Rasulullah saw sendiri dalam sebuah hadits adalah pribadi yang ketika ditimpa suatu masalah selalu diselesaikan dengan sholat, berkata Hudzaifah bin Al-Yaman,

“Rasulullah ketika ditimpa suatu masalah, maka segera mengerjakan sholat” (HR.Ahmad)

Maka, Rasululloh sendiri telah membuktikan bahwa sholat mampu untuk menyeka air mata masalah dan cobaan yang beliau hadapi, bagaimana dengan kita? Percuma kita menyelesaikan masalah kita dengan menangis di sudut kamar, meratap sendiri, ngambek dan lantas cuti dari da’wah, hanya gara-gara masalah dan perasaan kecewa. Percuma menyelesaikan masalah dengan ngobat, yang justru menambah masalah. Percuma melampiaskan masalah dengan cara berpacaran, yang malah menambah list daftar masalah yang harus diselesaikan. Sabar dan Sholat, maka terlepaslah tali masalah yang melilit.

Kita tidak akan mendapatkan jannah kecuali dengan rahmat dari Alloh. Walaupun kita telah beribadah selama seribu tahun, apabila Alloh tidak mencurahkan rahmatNya kepada kita, maka tidak akan kita mampu menyentuh tanah jannah, begitu pula cobaan yang melilit kita. Tak akan terlepas kecuali dengan rahmat dari Alloh. Dan menurut Ibnu Juraij, sabar dan sholat merupakan penolong untuk mendapatkan rahmat Alloh. Yang pastinya, akan melepaskan cobaan-cobaan yang melilit tubuh kita. Kurang apa lagi..??

Tapi, perlu dicatat, sebelum kita membangun kesabaran dan mendirikan sholat, maka tumbuhkan dahulu perasaan khusyu’ yang membuat kita menjadi seorang mu’min yang sebenarnya. Tanpa perasaan khusyu’, maka kita tidak akan bisa menghayati sabar dan sholat kita, dan kalau sudah begitu percuma apa yang sudah kita bangun dengan berlelah-lelah dan penuh kerja keras. Itulah sebabnya, ALloh berfirman

Dan sungguh, yang demikian itu sungguh berat kecuali untuk orang-orang yang khusyu’

Adh-Dhahhak menjelaskan, khusyu’ adalah orang yang tunduk dalam ketaatan kepadaNya, yang takut akan kekuasaanNya, serta yang yakin dengan janji dan ancamanNya yang keras ditujukan kepada hambaNya.

Itulah, dengan tiga jurus utama yang seorang remaja harus memilikinya, terutama kita sebagai pejuang-pejuang da’wah dan penegak panji Islam di bumi Alloh ini. Baik yang berjuang di sekolah, kampus, di bumi jihad-dimanapun berada- dan di berbagai media, tiga jurus ini harus dipakai untuk meneguhkan pijakan kaki dan mencegah kita untuk berpaling dari kewajiban ini.  Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan dalam kehidupan. Wallahuta’ala a’lamu bisshowwab (fdz)

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s